Menperin Sarmuji Ungkap Potensi Sagu untuk Industri Energi dan Farmasi

oleh -6 Dilihat
Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengungkapkan, pemanfaatan sagu untuk kebutuhan industri nonpangan telah memasuki tahap penelitian hingga uji coba.

Bahkan, sagu juga berpotensi diolah menjadi produk nonpangan seperti bio-packaging atau kemasan ramah lingkungan dan bioetanol sebagai salah satu sumber energi alternatif.

Sagu Juga Berpotensi Masuk Industri Farmasi

Selain sektor energi, Sarmuji mengungkapkan peluang pemanfaatan sagu dalam industri farmasi. Berdasarkan penjelasan hasil penelitian yang diterimanya, campuran berbahan sagu berpotensi membantu mempercepat proses penyerapan obat di dalam tubuh.

Ia menyebutkan, hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan waktu penyerapan obat yang cukup signifikan antara penggunaan campuran sagu dan tanpa bahan tersebut.

“Tadi saya juga dijelaskan, ada sagu yang bisa dimanfaatkan untuk penyerapan obat. Kalau tanpa tepung sagu, dia harus sampai sekitar 29 menit, tapi dengan campuran sagu ini, penyerapan dalam tubuh untuk obat itu enggak sampai 1 menit,” jelasnya.

Temuan tersebut, menurut Sarmuji, memperlihatkan bahwa sagu memiliki potensi pengembangan yang jauh melampaui pemanfaatannya sebagai bahan pangan. Namun, pengembangan lebih lanjut tetap membutuhkan dukungan riset, pengujian teknologi, dan standardisasi agar produk turunannya dapat memenuhi kebutuhan industri.

Baca Juga  Penyadapan Presiden: Kejahatan Teknologi atau Operasi Makar?

Tidak hanya menghasilkan produk utama, limbah padat maupun cair dari proses pengolahan sagu juga memiliki nilai ekonomi. Limbah tersebut dapat diproses lebih lanjut menjadi pakan ternak maupun sumber energi alternatif seperti biogas.

No More Posts Available.

No more pages to load.