Porostimur.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bakal menyikat ribuan tambang ilegal yang disorot Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR, Jumat (15/8/2025).
Presiden Prabowo sebelumnya menyebut ada lebih dari 1.000 tambang ilegal yang menggerogoti sumber daya negara dengan potensi kerugian mencapai Rp300 triliun.
Arahan Presiden Jadi Dasar Penindakan
Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) Kementerian ESDM, Rilke Jeffri Huwae, mengungkapkan pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan presiden.
“Sudah arahan dari Pak Menteri kita respons ya. Jadi saat ini kita mencoba untuk melakukannya, kan banyak ya ada 1.300 lebih dari data Presiden,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Rabu (20/8/2025).
Menurut Rilke, kementerian tidak hanya berpegang pada data yang disampaikan Presiden, melainkan juga melakukan verifikasi lapangan.
Hasil verifikasi itu akan menjadi dasar langkah penindakan, termasuk koordinasi dengan aparat penegak hukum.
“Mungkin dalam minggu depan kita sudah mulai melakukan beberapa langkah penanganannya, cuma untuk yang mananya saya belum bisa tentukan,” tambahnya.
Tidak Ada Pengecualian
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan penindakan terhadap tambang ilegal tidak pandang bulu.










