Merpati dan Elang Israel

oleh -11 Dilihat
Ahmadie Thaha/Ist

Kadang seorang tokoh bisa jadi jembatan, kadang bisa jadi bara, dan keduanya baru bisa dinilai setelah api padam dan jembatan dilewati. Bahwa ada sejumlah ulama ingin bikin penilaian, kita doakan semoga niat mereka tulus.

Justru tragedi paling berharga dalam hidup adalah saat kita menyadari bahwa apa yang dulu kita banggakan ternyata salah arah, dan apa yang dulu kita benci ternyata menjadi pelajaran.

Barangkali yang perlu kita renungkan bukan siapa yang benar, tetapi mengapa diplomasi selalu lahir dari luka, dan kenapa setiap upaya perdamaian selalu berubah menjadi perdebatan.

Pada akhirnya, bangsa ini tidak kekurangan orang pintar untuk berkomentar, hanya kekurangan yang mau membaca sampai tuntas sebelum berkomentar. Termasuk, membaca sejarah yang bisa memberi konteks lebih sempurna.

Dan kalau ada hikmah dari keributan NU hari ini, mungkin itu justru di situ: barangkali perbedaan itu tidak untuk dihapus, tapi untuk saling mengingatkan bahwa moral tidak hanya teriakannya yang penting, tapi juga arah terbangnya.

Baca Juga  Prancis Ngamuk di 15 Menit Akhir, Belgia Dihajar 4-1 di Nations League

Entah kita memilih merpati atau elang, hanya sejarah yang akan menghitung apakah sayap itu membawa damai atau kehancuran. (*)

Ma’had Tadabbur al-Qur’an, 25/11/2025

No More Posts Available.

No more pages to load.