“Ada dua persoalan penting yang menjadi prioritas MHB-GAS di sektor pendidikan. Pertama, meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi Guru. Berdasarkan data ada sebanyak 21% Guru di kota Ternate belum tersertifikasi. Kedua, melakukan pemerataan Guru. Kami pasangan MHB-GAS akan berikan reward bagi Guru-Guru yang bersedia mengabdi di Moti, Hiri dan Batang Dua selama kurun waktu 3 tahun masa pengabdian. Inilah yang akan kami lakukan dan perjuangkan,” imbuhnya.
Lebih lanjut Asghar menjelaskan bahwasanya fokus pada pemerataan dan kesejahteraan Guru, tidak lantas mengabaikan persoalan lainnya dalam sektor pendidikan. Ia menjelaskan jikalau persoalan lain seperti sarana prasarana, akses pendidikan dan kualitas pendidikan juga masuk dalam agenda prioritas MHB-GAS. Menurutnya mengatasi persoalan pendidikan berdasarkan skala prioritas tidak terlepas dari persoalan anggaran daerah.
“Masalah di sektor pendidikan cukup banyak. Upaya menyelesaikan harus dirumuskan dalam skala prioritas. Karena ini berkaitan erat dengan bagaimana kemampuan keuangan daerah ini. Untuk itu kami tempatkan pemerataan dan kesejahteraan sebagai prioritas, setelah itu barulah akses pendidikan yang merata, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan serta kualitas pendidikan,” tandas Asghar Saleh.




