Elsina bilang, banyak orang tua yang masih berpikir bahwa SMK adalah pilihan terakhir, karena ada pandangan lama bahwa SMA lebih menjamin masa depan, terutama untuk menjadi PNS. Namun menurut dia, kondisi saat ini sudah sangat berbeda.
“Saya sendiri dulu juga berpikir seperti itu ketika di SMP, tetapi setelah saya mengenal SMK lebih dalam, saya melihat bahwa SMK justru memberikan peluang kerja yang lebih cepat dan langsung. Hal ini juga terbukti di lingkungan sekitar rumah saya, di mana banyak orang yang sekarang mengakui bahwa pendidikan di SMK memang menawarkan prospek yang baik,” ujarnya.
Elsinia memaprkan, salah satu upaya yang dilakukan SMKN 1 Ambon untuk mengubah mindset orang tua adalah dengan memberikan pemahaman bahwa lulusan SMK lebih siap terjun ke dunia kerja. Pihaknya juga terus berupaya mengedukasi masyarakat bahwa SMK tidak lagi menjadi pilihan terakhir, melainkan tempat di mana siswa bisa mendapatkan keterampilan yang langsung bisa diterapkan di dunia kerja.
“Untuk program keahlian di SMK Negeri 1 Ambon, ada beberapa program yang cukup diminati. Misalnya, manajemen perkantoran yang memiliki dua kelas, serta akuntansi dan keuangan, di mana kami punya tiga kelas akuntansi dan satu kelas perbankan. Selain itu, kami juga memiliki program pemasaran yang awalnya terdiri dari dua kelas, yaitu bisnis digital dan bisnis ritel,” papar Elsina.









