“Secara keseluruhan, siswa yang paling banyak berasal dari program akuntansi. Meskipun tahun ini hanya ada enam kelas untuk kelas 10, saat naik ke kelas 11, biasanya kelas-kelas tersebut bisa dipecah menjadi lebih banyak, terutama untuk akuntansi dan perbankan. Siswa yang menempuh program akuntansi biasanya sangat serius, dan hasilnya pun terlihat. Banyak lulusan dari program ini yang sudah bekerja di berbagai tempat, seperti hotel, bank, pegadaian, hingga beberapa yang bekerja di Alfamidi sebagai kepala toko dengan posisi yang cukup baik,” ungkap Elsina.
“Kami, sebagai guru, sangat bangga melihat pencapaian siswa-siswa kami. Bagi siswa yang serius belajar selama di sekolah, mereka mendapatkan hasil yang baik di dunia kerja. Namun, tentu ada juga beberapa yang mungkin semasa sekolah masih sering bermain-main, tetapi ketika mereka keluar, ternyata mereka bisa menjadi orang yang sukses juga. Ini membuktikan bahwa setiap siswa memiliki peluang untuk berhasil, asalkan mereka bersungguh-sungguh,” pungkasnya. (*)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









