Milisi yang Didukung Iran Bersiaga di Suriah Timur Setelah Serangan AS

oleh -3 Dilihat
Tentara Amerika berpatroli di dekat penjara yang diserang pada 20 Januari2022 oleh militan Negara Islam di Hassakeh,. Pejuang yang didukung Iran bersiaga di Suriah timur pada Sabtu (25/3/2023) sehari setelah pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara balasan. Serangan udara itu terjadi setelah drone yang diduga buatan Iran membunuh seorang kontraktor AS dan melukai enam orang Amerika lainnya pada Kamis (23/3/2023). Foto: AP Photo/Baderkhan Ahmad

“Mereka dalam kondisi waspada,” katan Abu Layla.

Presiden Joe Biden pada Jumat (24/3/2023) mengatakan, AS akan menanggapi “dengan paksa” untuk melindungi personelnya setelah pasukan AS membalas dengan serangan udara di situs-situs di Suriah yang digunakan oleh kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran.  Serangan itu berlangsung menyusul serangan oleh pesawat tak berawak yang diduga buatan Iran pada Kamis (23/3/2023). Serangan ini menewaskan seorang kontraktor AS dan melukai lima tentara Amerika. Sementara para aktivis mengatakan, pemboman AS menewaskan sedikitnya empat orang.

“Amerika Serikat tidak mencari konflik dengan Iran. Namun Iran dan proksinya harus siap menghadapi AS yang bertindak tegas untuk melindungi rakyat kami. Itulah tepatnya yang terjadi tadi malam,” kata Biden. 

Baca Juga  Sumpah Pemuda ke-98, Rustam Fabanyo Ajak Pemuda Halbar Bersatu dan Kawal Pembangunan

Media lokal Iran yang mengutip juru bicara Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Keivan Khosravi, mengatakan, Teheran akan segera menanggapi setiap serangan AS terhadap pangkalan Iran di Suriah. Khosravi menolak tuduhan AS bahwa Iran berada di balik serangan terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di Suriah. 

“Setiap sikap mencari alasan untuk menyerang pangkalan yang didirikan atas permintaan pemerintah Suriah, akan segera mendapat jawaban,” kata Khosravi.

No More Posts Available.

No more pages to load.