Milisi yang Didukung Iran Bersiaga di Suriah Timur Setelah Serangan AS

oleh -3 Dilihat
Tentara Amerika berpatroli di dekat penjara yang diserang pada 20 Januari2022 oleh militan Negara Islam di Hassakeh,. Pejuang yang didukung Iran bersiaga di Suriah timur pada Sabtu (25/3/2023) sehari setelah pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara balasan. Serangan udara itu terjadi setelah drone yang diduga buatan Iran membunuh seorang kontraktor AS dan melukai enam orang Amerika lainnya pada Kamis (23/3/2023). Foto: AP Photo/Baderkhan Ahmad

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan, komunitas intelijen Amerika telah menyatakan bahwa drone yang digunakan dalam serangan pada Kamis itu berasal dari Iran. Tetapi Austin tidak memberikan bukti langsung lainnya untuk mendukung klaim tersebut.  Drone itu menghantam pangkalan koalisi di Kota Hasakeh, timur laut Suriah.

Iran mengandalkan jaringan pasukan proksi di seluruh Timur Tengah untuk melawan AS dan Israel, yang merupakan musuh regionalnya.  AS telah memiliki pasukan di timur laut Suriah sejak 2015, ketika mereka dikerahkan sebagai bagian dari perang melawan kelompok ISIS. AS mempertahankan sekitar 900 tentara di timur laut Suriah dan bekerja dengan pasukan pimpinan Kurdi yang menguasai sekitar sepertiga wilayah Suriah.

Baca Juga  Kantor Pertanahan Malteng Ikuti Sosialisasi RTRW Provinsi Maluku 2025–2044

Pertukaran serangan terjadi ketika Arab Saudi dan Iran telah berencana untuk membuka kembali kedutaan di negara masing-masing. Saudi juga mengakui upaya untuk membuka kembali kedutaan Saudi di Suriah.

Menurut para pejabat, Iran telah melancarkan 80 serangan terhadap pasukan dan lokasi AS di Irak dan Suriah sejak Januari 2021. Sebagian besar dari serangan itu terjadi di Suriah. Sementara AS di bawah pemerintahan Biden telah menyerang Suriah sebelumnya karena ketegangan dengan Iran, pada Februari dan Juni 2021, serta Agustus 2022.

No More Posts Available.

No more pages to load.