“Melalui ketentuan baru itu, TNI bisa menduduki ranah-ranah sipil yang seharusnya bukan tempat utama bagi TNI. Kita kehilangan semangat TNI profesional sebagaimana tuntutan reformasi,” tegasnya.
Diskusi publik tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Jaleswari Pramodhawardani, Ubedilah Badrun, Firdaus Syam, M Aryanang Irsal, Gian Kasogi, dan Saiful Hidayatullah.
Kegiatan itu dihadiri berbagai kalangan, mulai dari peneliti, organisasi masyarakat sipil, mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat umum.
(red/beritasatu)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com










