Porostimur.com, Jakarta — Media internasional kembali menyoroti arah pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. Majalah asal Inggris, The Economist, mengkritik sejumlah kebijakan yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.
Dalam artikel berjudul “Indonesia’s president is jeopardising the economy and democracy”, The Economist menilai pemerintahan Prabowo memiliki kecenderungan otoriter serta dinilai terlalu agresif dalam belanja negara.
Media tersebut bahkan menyebut Prabowo sebagai sosok yang “terlalu boros dan terlalu otoriter”.
Sorotan terhadap Kebijakan Pemerintah
Dalam ulasannya, The Economist menyoroti sejumlah aspek utama yang dianggap berisiko. Mulai dari besarnya belanja negara yang dinilai dapat membebani fiskal, hingga potensi melemahnya disiplin anggaran akibat program prioritas pemerintah.
Selain itu, media tersebut juga menilai adanya peningkatan campur tangan negara dalam aktivitas ekonomi nasional, menguatnya peran militer di ruang sipil, serta melemahnya oposisi politik.
The Economist juga menyoroti pernyataan-pernyataan Presiden Prabowo yang dinilai kontradiktif. Di satu sisi, Prabowo disebut terbuka terhadap kritik.
“Apakah saya benar-benar otoriter? Saya rasa tidak… Kritik itu baik,” demikian kutipan pernyataan Prabowo dalam artikel tersebut.









