Mojtaba Khamenei dan Warisan Api Revolusi Iran

oleh -329 views

Donald Trump, dengan keamgkuhan dan sinisnya, mungkin mengira bahwa membunuh pohon tua dengan rudal akan menghentikan musim semi. Namun ia keliru. Sbb bukankah dari akar yang sama, tunas yang lebih muda, segar, kuat dan tajam justru akan menyembul?

Jika Trump menghendaki Iran yang layu dan mati, atau mengira sudah tumbang, maka Majelis Ulamanya, justru menyuguhkan Iran yang mungkin lebih kuat, dengan urat syaraf yang lebih kencang.

Maka terpilihnya Mojtaba Ini adalah pesan kepada Tel Aviv dan Washington: bahwa “Wilayatul Faqih” bukanlah bangunan dari pasir yang runtuh oleh dentum rudal. Ia adalah keyakinan. Dengan Mojtaba, Iran seolah sedang bersiap untuk sebuah “Karbala” yang panjang.

Baca Juga  Jelang Mubes IKA Unidar 2026, Panitia Audiensi dengan Rektor

Mungkin mereka tidak sedang memilih pemimpin untuk meja perundingan, melainkan Sang Pemimpin untuk sebuah anak zaman di mana perlawanan adalah harga mati, sampai tak tak tersisa nafas terakhir, dan jalan kesewenangan hrs dihentikan, meski dengan banyak pengorbanan.

Di tangan Mojtaba, panji-panji itu tetap tegak. Bukan karena ia sekadar putra Sang Pemimpin, tapi karena ia dianggap mampu memeluk bara yang selama ini dijaga ayahnya tanpa sedikit pun merasa terbakar. Semoga! (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.