Intan Jaya

oleh -436 views

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapore

Menurut saya, laporan Narasi TV ini adalah sebuah karya jurnalistik yang dikerjakan secara apik dan sangat profesional. Laporan ini dikerjakan dengan mengulik berbagai data — termasuk data digital dan riset-riset akademis dan ilmiah baik yang dilakukan ilmuwan sosial maupun kelompok masyarakat sipil.

Hasilnya adalah laporan komprehensif yang disampaikan dengan format audio-visual yang tidak kalah bagusnya.

Laporan ini berangkat dari pertanyaan yang sederhana: Mengapa terjadi peningkatan atau eskalasi kekerasan antara militer Indonesia dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat di wilayah Pegunungan Tengah, Papua?

Pada paruh pertama, laporan ini mengupas tentang dinamika perang — kronologis, eskalasi konflik, dan korban-korban masyarakat sipil. Ada banyak hal yang saya kira tidak diketahui publik Indonesia bisa dilihat disini.

Baca Juga  Unpatti Ambon dan Unkhair Ternate Bahas Inovasi Pembelajaran dan Akreditasi

Seperti misalnya, bukti-bukti bagaimana militer memakai fasilitas sipil seperti kantor-kantor pemerintah, sekolah dan Puskemas sebagai pos mereka. Ini menyalahi Konvensi Jenewa. Namun siapa peduli Konvensi Jenewa di Papua?

No More Posts Available.

No more pages to load.