Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapore
Menurut saya, laporan Narasi TV ini adalah sebuah karya jurnalistik yang dikerjakan secara apik dan sangat profesional. Laporan ini dikerjakan dengan mengulik berbagai data — termasuk data digital dan riset-riset akademis dan ilmiah baik yang dilakukan ilmuwan sosial maupun kelompok masyarakat sipil.
Hasilnya adalah laporan komprehensif yang disampaikan dengan format audio-visual yang tidak kalah bagusnya.
Laporan ini berangkat dari pertanyaan yang sederhana: Mengapa terjadi peningkatan atau eskalasi kekerasan antara militer Indonesia dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat di wilayah Pegunungan Tengah, Papua?
Pada paruh pertama, laporan ini mengupas tentang dinamika perang — kronologis, eskalasi konflik, dan korban-korban masyarakat sipil. Ada banyak hal yang saya kira tidak diketahui publik Indonesia bisa dilihat disini.
Seperti misalnya, bukti-bukti bagaimana militer memakai fasilitas sipil seperti kantor-kantor pemerintah, sekolah dan Puskemas sebagai pos mereka. Ini menyalahi Konvensi Jenewa. Namun siapa peduli Konvensi Jenewa di Papua?









