Mojtaba Khamenei dan Warisan Api Revolusi Iran

oleh -335 views

Oleh: KH. Aguk Irawan Mn, Pengasuh Ponpes Kreatif RUHI

Sudah hari ke sepuluh perang berlansung, dan lebih dari 241 jam. Bukan kebetulan jika di tanah para penyair besar semacam Hafiz dan Nizami, politik kerap kali menjelma seperti puisi yang pedih, juga kadang seperti api yang membakar.

Hari ini, bagi Iran momentum besar terjadi, yaitu terpilihnya Sayyid Mojtaba Khamenei, sebagai pengganti sang ayah. Ada 88 anggota majelis tinggi ulama yang telah memilihnya. Ini bukanlah sekadar peristiwa administratif di atas meja birokrasi. Tapi, ia mungkin sebuah antologi puisi perlawanan yang ditulis dengan tinta darah.

Banyak yang mencibir, “ini politik dinasti!” Tuduhan ini mungkin ada benarnya, jika hanya melihat permukaan, dengan pandangan linieritas. Tetapi ada yang lupa, bahwa dalam tradisi Timur, adakalanya “api” harus diwariskan kepada yang paling dekat dengan sumber panasnya, agar cahaya tak padam ditiup badai.

Mojtaba bukan sekadar anak biologis yang kemarin sore, bermain aneka boneka di meja kerjanya; ia sekaligus anak ideologis yang ditempa oleh ajaran agama yang ketat, sejarah kebesaran bangsa Persia, semangat revolusi republik Islam Iran dan rahasia-rahasia koridor kekuasaan yang sunyi.

No More Posts Available.

No more pages to load.