Monita Tahalea Gandeng Theoresia Rumthe di Album Dari Balik Jendela

oleh -148 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Setelah single Sesaat yang Abadi yang dirilis pada penghujung tahun 2018 berhasil mendudukkan Monita Tahalea di jajaran Nominasi AMI Awards 2019 untuk kategori Artis Pria/Wanita Solo Alternatif terbaik, kini Monita merilis album ketiga berjudul Dari Balik Jendela.

Album ini terasa berbeda dari 2 album Monita sebelumnya. Pendewasaan bermusik Monita di album ini adalah keberaniannya bereksplorasi dengan lirik dan aransemen musik yang berbeda, yang menampilkan sound-sound dan melodi-melodi pintar yang terdengar fresh di telinga.

Bekerja sama dengan Lie Indra Perkasa sebagai Producer dan Music Arranger dari album tersebut, Monita Tahalea mengusung genre musik yang disebutnya Folktronik dengan berisi 10 track lagu: Pada Waktu, Sesaat Yang Abadi, Pada Air, Jauh Nan Teduh Ft. Ananda Badudu, Sound Of Silence, Tapak Hening, Laila, Pada Angin, Sibu-Sibu dan Sayonara.

Baca Juga  Jumlah Orang Sangat Miskin di Indonesia Capai 9,91 juta jiwa

“Untuk genre musik, kita bikin sebutan Foltronik sebenarnya supaya mempermudah aja sih, untuk orang-orang mengerti ada elemen apa aja di album ini. Mungkin dari segi elemen musik didalamnya lebih terinspirasi dari musik Folk, terus isinya banyak elektroniknya, makanya dijadiin satu aja dengan sebutan Folktronik,” ucap Monita Tahalea.

Selain kembali menggaet musisi seperti Bernardus Ajutor Moa dan Gerald Situmorang, Monita menghadirkan nama-nama baru yang terlibat dalam beberapa penulisan lagu di album Dari Balik Jendela ini, seperti Ananda Badudu, Bayu Risa, Theoresia Rumthe, dan Yosua Gian, yang justru membawa kedalaman tersendiri bagi setiap lagu yang ada di album ini.

Dua album Monita Tahalea terdahulu berjudul Dream Hope & Faith (tahun 2010) diproduseri Indra Lesmana dan Dandelion (tahun 2015) yang diproduserinya bersama Gerald Situmorang, membentuk Monita Tahalea sebagai seorang artis dan musisi independen. 

Baca Juga  Kena COVID-19, Perawat RS Sumber Hidup Meninggal Dunia

“Buat aku, musik adalah sebuah perjalanan, itu sepenuhnya anugerah dari Pemilik Kehidupan ini. Jadi bagiku, musik itu perjumpaan aku dengan kasih yang tanpa syarat dari Tuhan. Dan harapanku, semoga apa yang ingin aku sampaikan ini, bisa menjadi sebuah perenungan yang indah. Ketika mereka membuka jendela apapun dalam hidup, mereka bisa menemukan udara yang segar, menemukan hal-hal baru yang bisa bikin mereka menjalani hidup dengan lebih baik lagi,” tutur Monita Tahalea. (red/rtm/bintang)