Mulyono, Kemuliaan yang Tak Tahu Diri

oleh -414 views

Dia tidak elitis, seperti yang dituduhkan orang kepada Obama. Ia tetap memproyeksikan diri sebagai rakyat biasa. Ketika diledek karena penampilannya “plonga-plongo,” ia hanya menjawab “aku rapopo.”

Ia seperti menyerap semua ledekan, ejekan, makian, dan hinaan itu. Yang tidak diperhitungkan adalah bahwa dengan bersikap demikian, ia membalikkan semua ledekan itu kepada para peledeknya.

Ia bahkan menjadi semakin populer karena tampak seperti korban. Kemudian, banyak orang yang tidak pandai, yang bahlul, tidak tampan, dan sederhana seperti yang ia presentasikan ke publik, merasa bahwa merekalah Mulyono yang plonga-plongo itu!

Mulyono jadi tampak bermoral lebih tinggi dari penghinanya. Padahal, di dalam dirinya ia sama sekali tidak punya pegangan moral. Terbukti kemudian dia mampu menabrak semua etika dan aturan hanya untuk bisa berkuasa.

Kalau Anda melihat foto ini, Anda tentu tidak akan bisa membayangkan bahwa Mulyono ini akan bisa tidur dengan nyenyak di istana-istana termegah warisan kolonial. Anda tentu tidak akan bisa membayangkan bahwa ia akan menjadi penguasa tertinggi negeri.

Baca Juga  Tekuk Belgia 2-1, Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun ke Semifinal Piala Dunia

Apa yang mengangkat derajat kemuliaan Mulyono ini? (Mulyono artinya mulia). Jawabnya sederhana: demokrasi! Hanya lewat demokrasi Mulyono bisa diangkat ke derajat kemuliaan sangat tinggi ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.