Bahkan kalau pun dia bisa menjadi konglomerat mebel, dia tidak akan se-mulyo ini! Hanya demokrasi yang mampu!
Ironisnya, Mulyono sama sekali tidak berterimakasih pada demokrasi. Mulyono sedikitpun tidak menghargai demokrasi. Mulyono tidak sedikit pun berusaha agar demokrasi itu tumbuh.
Sebaliknya, ia berusaha membunuh demokrasi itu. Ia berusaha dengan semua kekuasaannya merampas demokrasi itu.
Mulyono beserta semua keluarga dan kroni-kroninya adalah ancaman bagi demokrasi kita.
Terserah kita, apakah kita akan membiarkan atau melawannya! Sikap sinis dan pesimis, hanya akan membuat Mulyono dan kroni-kroninya berjaya! (*)









