Haji wada, yang berarti haji perpisahan, merupakan momen bersejarah bagi umat Islam. Ini adalah satu-satunya ibadah haji yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan menjadi kesempatan terakhir beliau untuk menyampaikan nasihat-nasihat penting kepada seluruh umatnya.
Khutbah yang disampaikan saat itu mengandung pesan-pesan universal yang relevan sepanjang masa. Pada 632 M, di hadapan ribuan umat Islam, Rasulullah SAW menyampaikan pesan yang tidak hanya berisi ajaran agama, tetapi juga pedoman hidup yang penuh makna.
Khutbah ini menjadi wasiat terakhir Nabi Muhammad SAW yang sangat berharga. Bagaimana isi khutbah tersebut?
Pesan Utama Khutbah Terakhir Rasulullah SAW
Dalam khutbah terakhirnya, Rasulullah SAW memberikan peringatan dan nasihat yang mendalam. Beliau menekankan pentingnya persatuan umat dan mengingatkan agar tidak kembali pada kekufuran, saling berperang, atau menyebabkan kesengsaraan.
Hal ini diriwayatkan oleh Jarir Radhiyallahu Anhu dalam sebuah hadits:
“Sungguh Nabi SAW bersabda padanya, pada haji wada (haji perpisahan/haji Nabi Muhammad SAW yang terakhir). Simaklah dengan baik wahai orang-orang, lalu beliau bersabda: ‘Jangan kalian kembali kepada kekufuran setelah aku wafat, saling bunuh dan memerangi satu sama lain’.” (HR Bukhari)










