Natal PKM–IKAPELAMAKU di Yogyakarta, Wajah Toleransi Keluarga Besar Maluku

oleh -105 views

Ia juga mengulas makna Yesus sebagai Mesias—sosok terurapi yang dalam sejarah bangsa Yahudi dinantikan sebagai pembebas. Namun, menurutnya, kehadiran Kristus membawa pesan yang jauh lebih luas, yakni keselamatan bagi seluruh umat manusia, bukan hanya pembebasan politis semata.

Kebersamaan Lintas Iman

Usai prosesi ibadah, suasana semakin hangat ketika keluarga besar Maluku non-Kristiani mulai bergabung. Hadir dalam kesempatan itu Persatuan Wanita Maluku (PEWARMA-INA) DIY, Pengurus IKPM DIY, hingga Keluarga Besar Pengajian IKAPELAMAKU.

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa nilai kekeluargaan tetap berdiri kokoh di atas segala perbedaan keyakinan.

Seni, Lilin, dan Simbol Persaudaraan

Kemeriahan semakin terasa lewat berbagai penampilan seni. Grup Noakustik membuka sesi hiburan dengan lagu Damai Bersamamu, disusul penampilan megah Paduan Suara GPIB Margamulya, Vokal Grup PKM–IKAPELAMAKU, serta Cantus Divinus.

Anak-anak turut memeriahkan suasana lewat tarian Natal Feliz Navidad yang mengundang senyum para tamu undangan, termasuk perwakilan Kapolda DIY, Pembimas Kristen DIY, serta Lurah Madurejo.

Baca Juga  PT. Koperasi Merah Putih (Persero)

Sebagai simbol persatuan, dilakukan prosesi penyalaan lilin Natal oleh Ketua PKM, Ketua IKAPELAMAKU Hatta Tuasikal, serta para tamu kehormatan. Lilin-lilin itu menjadi perlambang terang persaudaraan keluarga besar Maluku di tanah rantau.

No More Posts Available.

No more pages to load.