Pesan Kebersamaan dari Pendeta Hetharie
Ketua Persekutuan Kristen Maluku (PKM) sekaligus pemilik Yayasan Indocharis, Pendeta Onwin Frans Hetharie, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan tersebut.
Ia menegaskan bahwa tema Natal tahun ini sangat relevan dengan nilai Pela Gandong yang menjunjung tinggi persaudaraan.
“Allah tidak hanya hadir di tempat ibadah, tetapi juga di tengah pergumulan ekonomi, pendidikan, dan air mata keluarga. Jika keluarga Maluku kuat dalam iman, maka persekutuan ini akan menjadi berkat bagi Yogyakarta, Maluku, dan Indonesia,” katanya.
Papeda, Ikan Kuah Kuning, dan Ikatan yang Menguat
Rangkaian acara ditutup dengan sambutan dari perwakilan Kapolda DIY AKBP Bonifasius Slamet, Pembimas Kristen DIY Ibu Wulan, Lurah Madurejo H. Sumadi, serta Ketua Panitia Ibu Denie Unarapal.
Sebagai puncak kebersamaan, seluruh hadirin menikmati ramah tamah dan makan bersama. Hidangan khas Maluku seperti papeda dan ikan kuah kuning menjadi sajian utama, mempererat ikatan batin antarwarga.
Perayaan ini meninggalkan kesan mendalam: di Yogyakarta, semangat kekeluargaan orang Maluku tetap menyala, melampaui sekat-sekat perbedaan keyakinan. (red)









