Ngokop Kabinet

oleh -21 Dilihat

Agus mengenal dunia pesantren melalui sejumlah kunjungan, termasuk ketika mendampingi Prabowo pada masa ia menjabat Pangkostrad. Menurut kesaksiannya, mereka beberapa kali berkeliling ke pesantren, terutama pesantren salafiyah.

Dalam suasana yang teduh, mereka bertemu para kiai dan menyaksikan kehidupan santri yang sederhana. Agus bahkan bercerita bahwa dalam beberapa kesempatan, ia dan Prabowo berkunjung berdua untuk menemui kiai dan menimba ilmu.

Pengalaman itulah yang menjadi latar ceritanya tentang ngokop bareng. Agus menjelaskan bahwa santri mengenal kebiasaan makan bersama dari satu tampan atau wadah. Di lingkungan tertentu, orang menyebut kegiatan makan bersama itu kumbulan.

Untuk minum bersama, orang menggunakan istilah ngokop bareng. Agus mengingat Prabowo memegang dan mengangkat sebuah wadah kecil berbahan aluminium, yang ia sebut duwok, lalu minum dengan kedua tangannya.

Prabowo, menurut Agus, tersenyum tulus sambil mengatakan, “Ngokop nih.” Ini bahasa gaulnya. Sementara istilah asli untuk budaya kebersamaan tersebut adalah kokopan, yang menancap di memori Prabowo hingga terlontar dalam pidatonya.

Baca Juga  Bupati James Uang Salurkan Insentif Triwulan III bagi Imam dan Pendeta di Halbar

Saya tertarik pada cerita tersebut karena ia mengajak kita melihat sebuah kata dari sisi yang lebih luas daripada sekadar bunyi dan arti kamus. Kata ngokop memang dapat menunjuk cara minum langsung dari wadah tanpa menuangkan air ke gelas lain.

No More Posts Available.

No more pages to load.