Nilai Pemkot Tak Adil, HMI Cabang Tual Malra Minta Musrembang Dihentikan

oleh -10 views
Link Banner

Porostimur.com, Tual – Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tual-Malra Sindi Fatika Sari Matdoan angkat suara terkait Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Kota Tual yang direncanakan akan digelar pada Selasa (15/2/2022) mendatang.

Sindi mengatakan, jika Musrembang ini dijalankan, namun tidak ada pemerataan pembangunan, mending dihentikan saja.

“Musrenbang ini jalan, namun sebagian wilayah tidak mendapatkan hasilnya, lalu tujuan Musrembang ini untuk apa? Mending dihentikan saja! Jika tetap dijalankan, diharapkan hasil dari Musrembang itu harus diimplementasikan sebetul-betulnya,” kata dia kepada jurnalis porostimur.com, lewat telepon seluler pada Minggu (13/2/2022).

Lanjut Sindi, di pulau Kur dari pasca pemekaran hingga kini jalannya masih sangat buruk. Kegagalan terbesar dari pemerintah kota Tual adalah 13 tahun pemerintahan berjalan tidak bisa melihat satu kecamatan.

“Pembangunan harus merata untuk lima kecamatan yang ada di kota Tual. Baik dua kecamatan di dataran kota maupun tiga kecamatan yang ada di seberang,” ujar dia.

“Pemerintah kota seakan-akan menganggap kecamatan Kur Selatan sebagai pelengkap administrasi untuk pemekaran,” tegas dia.

Sindi menerangkan, selain dua kecamatan di dataran kota, satu kecamatan di luar sudah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah kota.

“Selain dua kecamatan di dataran kota, satu kecamatan di luar dataran kota seperti kecamatan Tayando Tam telah mendapat perhatian serius. Hal ini ditandai dengan masuknya jaringan telekomunikasi di kecamatan itu. Sementara di kecamatan Pulau-Pulau Kur dan Kur Selatan, masih mencari-cari jaringan,” terang dia.

Sambung Sindi, yang jadi korban adalah adek-adek peserta didik yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

“Lewat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) desa, kecamatan maupun kota, aspirasi masyarakat dua kecamatan itu tidak pernah dianggap serius oleh pemerintah kota Tual. Dari masa ke masa, satu pemerintahan ke pemerintah berikutnya selalu tidak ada perhatian serius,” ungkap dia.

“Selama ini pemerintah lebih fokus pembangunan di dataran kota. Di kota Tual, jalanan aspalnya berlapis-lapis. Yang lama belum rusak, sudah dilapisi yang baru,” pungkas dia. (Akib)