Obor Ela-Ela di Tuada Sambut Malam Lailatul Qadar

oleh -249 views
Link Banner

Porostimur.com | Jailolo: Menyalakan ela-ela (obor) pada malam ke-27 Ramadan merupakan tradisi turun-temurun dalam praktek keagamaan umat muslim di Maluku Utara.

Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, warga Desa Tuada, Jailolo, Halmahera Barat, tak ingin melewatkan malam yang diyakini sebagai malam lailatul qadar dalam khasanah keislaman di negeri para Sultan ini.

Kendati pada tahuj ini, puasa Ramadan berlangsung di tengah pandemi COVID-19, namun tidak mengurangi semaraknya Ramadan, salah satunya dengan persyaan malam ela-ela.

Sejumlah pemuda dan tokoh masyarakat, dengan protokol kesehatan menggunakan masker, mereka antusias menyalakan obor ela-ela yang sudah menjadi tradisi menyambut malam seribu bulan ini.

Adapun sebagian warga menyalakan pelita di depan rumah masing-masing.

Baca Juga  PN Sanana Mulai Gelar Sidang Pelanggaran Pemilu

Tradisi ela-ela memang sudah sejak lama dikenal serta dirayakan sebagian besar masyarakat Maluku Utara.

Saat ini, meski tidak seramai tahun sebelumnya, sejumlah warga masih memasang obor di depan rumahnya.

Sebagian menggunakan obor yang dibuat dari bambu, ada juga yang dibuat dari botol bekas minuman.

Pantauan Porostimur.com di Desa Tuada, nampak sekumpulan pelajar sambil berjalan kaki membawa obor mengilingi kampung sambil bersenandung “Ela-ela pake jam-jam to.

Salah satu pemuda Tuada memgatakan, ni salah satu tradisi masyarakat Desa Tuada yang diturunkan sejak ratusan tahun oleh leluhur mereka, dan kegiatan ini dilakukan setiap tahun menyambut malam Lailatul Qadar.

“Ini sudah menjadi tradisi kita selaku umat muslim di desa Tuada saat menyambut malam Lailatul Qadar, atau disebut malam ela-ela,” ujarnya, Rabu, (20/5/2020).

Baca Juga  Pemprov Maluku Minta Pelayanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan

Taeb bilang, warga Desa Tuada masih berpegang teguh pada tradisi ela-ela.

“Ini salah tradisi leluhur kita dan sudah ratusan tahun usianya dan Alhamdulillah sampai saat ini masih tetap dijaga dan dikembangakan oleh generasi muda Tuada,” ujarnya.

Ia bilang, pada malam lailatul qadar ini juga dilakukan pembacaan doa tolak bala, agar bencana non alam pandemi COVID-19 segera berlalu dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal.

“Semoga doa-doa kita di malam yang baik ini membawa kita bisa keluar dari segala macam bala dan kita dapat kembali bekerja dengan normal, itu yang kita harapkan dari perayaan ela-ela tahun ini,” pungkasnya. (ash)