Hingga periode Januari–November 2025, total aset perbankan di Maluku—yang mencakup bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR)—mencapai Rp34,3 triliun. Angka tersebut tumbuh sebesar 6,65 persen secara tahunan (year on year).
Pertumbuhan aset tersebut ditopang oleh penyaluran kredit yang mencapai Rp20,17 triliun, dengan pertumbuhan mendekati 5 persen. Di sisi lain, kemampuan perbankan dalam menghimpun dana masyarakat juga menunjukkan kinerja positif.
“Dana Pihak Ketiga yang berhasil dihimpun perbankan mencapai Rp17,4 triliun dengan pertumbuhan 6,45 persen hingga November 2025,” jelasnya.
Optimisme Akhir Tahun
OJK Maluku optimistis kinerja sektor jasa keuangan akan terus mengalami peningkatan pada dua bulan terakhir tahun 2025. Optimisme ini didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat menjelang akhir tahun, termasuk konsumsi rumah tangga, aktivitas perdagangan, serta perputaran dana selama momentum Natal dan Tahun Baru.
Menurut Andi, stabilitas sektor jasa keuangan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi Maluku.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat bersama media dan para pemangku kepentingan, OJK berharap informasi yang disampaikan ke publik dapat semakin berimbang, akurat, dan mendorong kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan.









