Oknum Petugas Minta Rp 20-30 Juta dari ABK dan Penumpang KM Tiga Putri yang Diselamatkan

oleh -1.178 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Kabar tidak sedap menyeruak di balik kebahagiaan menyusul ditemukannya KM Tiga Putri yang hilang selama lima hari di laut dalam pelayaran dari Taliabu, Maluku Utara menuju Luwuk, Sulawesi Tengah.

Kabar tidak sedap itu, disampaikan oleh politisi Partai NasDem Maluku Utara melalui unggahan di media sosial facebook miliknya, Sabtu (11/9/2021).

Dalam unggahan yang diberi judul “Masih Tentang Km Tiga Puteri. Warning : Jangan Mencari Untung di Tengah Musibah,” itu, Asghar menyebut ada tiga orang oknum aparat yang meminta sejumlah uang kepada awak kapal dan para penumpang.

Tidak tanggung-tanggung, Asghar menyebut, para petugas negara itu meminta uang dengan nominal 25-30 juta rupiah.

berikut unggahan politisi yang juga aktivis kemanusiaan itu yang kami sertakan secara utuh:

Baca Juga  Danrem 152/Baabullah Peduli dengan Pasien di RST Ternate

MASIH TENTANG KM TIGA PUTERI, WARNING: JANGAN MENCARI UNTUNG DI TENGAH MUSIBAH

Sejak semalam ada rasa syukur yang tak putus-putus terucap setelah tahu KM Tiga Puteri akhirnya ditemukan setelah lima hari dinyatakan hilang kontak.
Kapal ini di tarik sebuah kapal ikan “Aldira” ke pelabuhan Belang di Minahasa Selatan, seluruh ABK dan penumpang sebanyak 23 orang selamat.
Sejak subuh tadi, kapal masih di pelabuhan Belang dan seluruh penumpang masih di kapal
.

Alhamdulillah tadi saya bersilaturahmi lewat telepon dengan beberapa ABK dan penumpang. Mereka bahagia bisa mencapai daratan.

Yang bikin saya kaget dan marah adalah cerita ABK dan penumpang jika ada tiga Oknum petugas negara yang ikut di kapal nelayan Aldira saat menarik kapal mereka semalam dari rumpong. Mereka meminta orang-orang di kapal agar membayar entah biaya apa sebesar 25-30 juta rupiah. Astagfirullah..

Mereka juga minta pergantian BBM sebesar 200 liter. Kalo untuk BBM saya kira rasional dan bisa diterima. Catatannya, nanti dibayargantikan oleh Pemda Taliabu karena tidak mungkin orang-orang di kapal yang hanyut lima hari dan tidak makan harus mengeluarkan uang sendiri untuk membayar. Ini musibah. Bukan kesengajaan atau praktek ilegal lainnya di laut.

Tentang uang yang diminta, saya sudah tegaskan ke seluruh ABK dan penumpang bahwa jangan dibayar apapun alasannya. Saya sungguh bersyukur di tengah kemarahan pagi ini, Tuhan mengirim seorang wakil rakyat Taliabu ke Belang.

Namanya Dedi Mirzan, anggota DPRD dari Partai Demokrat. Saya bicara banyak dengan pak Dedi tadi dan meminta beliau melihat nasib warganya. Pak Dedy berjanji akan mendampingi dan mengurus makanan mereka sambil berkoordinasi dengan Pemda Taliabu.
Pak Dedy juga mengakui adanya “permintaan” uang tadi.

Kepada oknum negara yang ada di kapal ikan Aldira semalam, saya kira anda sudah kehilangan nurani dan jauh melanggar sumpah Tri Brata dan Sapta Marga. Saya sungguh kecewa melihat perilaku seperti ini.

Kepada Pemda Taliabu dan semua otoritas yang berwenang, saya minta tolong tangani 23 warga yang terkena musibah ini dan memberi solusi kongkrit agar mereka bisa pulang ke kampung halamannya. (red)