“Harus berhati-hati jangan sampai masyarakat terkena virus corona. Apalagi virus ini sudah menyebar secara internasional. Kabupaten/kota di Malut sudah mempunyai Rumah Sakit. Kita harapkan RSU harus antisipasi itu,” kata AGK, sapaan akrab gubernur.
Dia mengintruksikan, seluruh Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memantau semua pintu masuk, teruma orang asing. Jangan sampai ada yang membawa virus itu ke Malut. Terus pantau, jangan sampai kita kecolongan,” tegasnya.
Tidak hanya Dinkes, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) pun diminta AGK untuk memantau area pertambangan yang banyak mempekerjakan tenaga kerja asal China.
“Apalagi saat ini lagi cuti Tahun Baru Imlek. Saya minta Disnaker juga berhati-hati karena tenaga asing banyak yang sedang cuti Imlek,” terangnya.
Terpisah, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakkan Imigrasi, Agus Apono menuturkan, Malut merupakan daerah dimana banyak WNA dari China. Mereka bekerja di berbagai perusahaan di Maluku Utara seperti, Weda Bainikel, IWIP, Harita Grup.
Disinggung perjalanan cuti Imlek pekerja China, dia mengaku sejauh ini dari pihak Imigrasi tidak memiliki data untuk WNA yang melakukan cuti. Menurutnya, yang tahu hanya pihak bandara internasional saja.




