Ombusman RI Malut Desak Pemprov Siapkan Crisis Center, Gubernur Akan Keluarkan Instruksi Terkait Virus Corona

oleh -151 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Merebaknya virus Corona di China dikhawatirkan masuk ke wilayah Indonesia. Meski belum ada warga Maluku Utara terjangkit virus corona, namun Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Maluku Utara memandang Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten Kota serta otoritas terkait perlu berancang-ancang menyiapkan crisis center, mengingat banyaknya mobilisasi warga negara China di Maluku Utara.

Pres release dari humas Ombudsman RI perwakilan Malut, Sofyan Ali kepala perwakilan Ombudsman Malut, mengatakan, berdasarkan data statistik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara bahwa jumlah tenaga kerja asal China yang ada di Maluku Utara mencapai 2435 jiwa pada tahun 2019 dengan ciri khas terkonsentrasi pada wilayah-wilayah atau perusahaan pertambangan.

“Ombudsman mengapresiasi upaya screening lebih ketat di pintu-pintu kedatangan yang telah dilakukan oleh Pemerintah termasuk pemasangan alat thermal scanner. Lebih jauh, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Maluku Utara memandang perlu bahwa Pemerintah Daerah dan otoritas terkait bersinergi untuk segera melakukan hal-hal berikut”, katanya

Lanjut ketua, menyiapkan peralatan pendukung seperti alat thermal scanner atau lainnya pada pintu kedatangan bandara dan pelabuhan di wilayah Maluku Utara yang sering akses oleh warga negara asing seperti Bandara Sultan Babullah, Bandara Pitu Morotai, Bandara Oesman Sadik Labuha, Pelabuhan Ahmad Yani, Pelabuhan Bastiong.

“Menyiapkan komunikasi krisis agar masyarakat mengetahui kemana mereka harus berhubungan segera jika wabah mulai meluas dan bagaimana mengurangi resiko terjangkit virus corona.
Segera menyesuaikan standar pelayanan pada rumah sakit rujukan di Maluku Utara, termasuk ruang pelayanan khusus untuk memastikan pasien terjangkit wabah tetap dapat terlayani”, ucapnya

Baca Juga  Kisah tentang Caligula, sang Kaisar Gila Romawi yang Hidupnya Berakhir dengan Tragis

Tambahnya, Melakukan pemutakhiran berkala dan mempublikasikan perkembangan keadaan berdasarkan tingkat kedaruratan, terutama di area-area rawan, agar bisa memberikan kewaspadaan dan ketenangan bagi publik.
Bagi warga yang diduga terindikasi terkena virus corona tetapi tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya diharapkan untuk segera melaporkan kepada Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Maluku Utara.

“Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Maluku Utara memandang Pusat Komunikasi Krisis perlu segera disiapkan karena penting bagi publik untuk mendapat informasi akurat terkini agar mempersempit ruang berkembangnya informasi sesat/hoax. Informasi publik agar dikelola sumber tunggal dan para pejabat agar menahan diri tidak menyampaikan informasi yang akuntabilitasnya belum jelas”, jelasnya.

Gubernur Akan Siapkan Instruksi Antisipasi Wabah Corona

Gubernur KH Abdul Gani Kasuba langsung menggelar rapat bersama instansi teknis untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Hasil rapat ini akan dituangkan dalam instruksi gubernur untuk selanjutnya disosialisasikan ke seluruh pemerintah kabupaten/kota dan seluruh masyarakat Malut.

Baca Juga  Adama Traore, Ansu Fati dan Duo Man City Dipanggil Perkuat Timnas Spanyol

“Harus berhati-hati jangan sampai masyarakat terkena virus corona. Apalagi virus  ini sudah  menyebar secara internasional. Kabupaten/kota di Malut sudah mempunyai Rumah Sakit. Kita harapkan RSU harus antisipasi itu,” kata AGK, sapaan akrab gubernur.

Dia mengintruksikan, seluruh Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memantau semua pintu masuk, teruma orang asing. Jangan sampai ada yang membawa virus itu ke Malut. Terus pantau, jangan sampai kita kecolongan,” tegasnya.

Tidak hanya Dinkes, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) pun diminta AGK untuk memantau area pertambangan yang banyak mempekerjakan tenaga kerja asal China.

“Apalagi saat ini lagi cuti Tahun Baru Imlek. Saya minta Disnaker juga berhati-hati karena tenaga asing banyak yang sedang cuti Imlek,” terangnya.

Baca Juga  Masuki PSBB Tansisi Kesepuluh, Walikota Ambon Harap Warga Taat Prokes

Terpisah, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakkan Imigrasi, Agus Apono menuturkan, Malut merupakan daerah dimana banyak WNA dari China. Mereka bekerja di berbagai perusahaan di Maluku Utara seperti, Weda Bainikel, IWIP, Harita Grup.

Disinggung perjalanan cuti Imlek pekerja China, dia mengaku sejauh ini dari pihak Imigrasi tidak memiliki data untuk WNA yang melakukan cuti. Menurutnya, yang tahu hanya pihak bandara internasional saja.

“Mereka kalau pulang cuti itu tidak lapor disini, kita tidak tahu itu. Apalagi bandara Babullah Ternate bukan bandara Internasional. Jadi tidak harus melakukan pemeriksaan ulang,” terangnya.

Sementara, Ombudsman pada Senin (27/1) kemarin, merilis data TKA asal China yang ada di Malut. Data yang bersumber dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Malut bahwa jumlah TKA China mencapai 2.435 jiwa pada tahun 2019. Dengan ciri khas terkonsentrasi pada wilayah-wilayah atau perusahaan pertambangan. (red/rtm/adhy)