Terlebih, publikasi Kompas (2018) yang menampilkan hasil riset digital dari Dwidayatour terhadap 1.700 warganet menunjukkan bahwa dalam kaitan dengan aktivitas pariwisata, diketahui terdapat tiga aplikasi yang paling sering digunakan oleh turis milenial, yakni (1) Media Sosial, (2) Aplikasi Petunjuk Arah, dan (3) Aplikasi Transportasi Online.
Media sosial memungkinkan turis membagikan momen yang dialami. Aplikasi petunjuk arah membantu turis mengeksplorasi tempat yang dikunjungi, baik melihat informasi objek dan daya tarik wisata, tempat kuliner, cendera mata, dan sebagainya tanpa harus mengandalkan pemandu wisata setempat; membantu turis mengatur perjalanan wisatanya secara mandiri. Aplikasi transportasi online memungkinkan turis mengunjungi berbagai tempat dengan harga pasti. Dalam perkembangannya, Google Maps telah menjadi platform petunjuk arah sekaligus media sosial.

Ketersediaan informasi wisata yang akurat dan dapat diakses secara bebas, khususnya secara digital akan membantu wisatawan ketika melakukan kunjungan. Hal tersebut dapat dioptimalisasi dengan menggunakan Google Maps. Terlebih, semua pengguna diberikan akses untuk memanfaatkan fitur yang ada. Hal ini dapat menjadi pilihan bagi para pelaku usaha objek dan daya tarik wisata untuk memasarkan produk-jasanya secara bertanggungjawab. (*)









