Fitur Google Maps memungkinkan pengguna berkontribusi dalam penyempurnaannya. Pengguna dapat memasukkan data yang selanjutnya menjadi informasi bagi pengguna lain. Kontributor tersebut dinamai Google Local Guide yang secara sederhana diartikan sebagai komunitas global yang menulis ulasan, berbagi foto, menjawab pertanyaan, menambah atau mengedit tempat, dan memeriksa fakta di Google Maps. Pada Maret 2018, tercatat lebih dari 140 juta informasi yang diberikan oleh pengguna Google Maps dari Indonesia (Detik).
Dengan segala kelebihan fitur yang dimiliki, bukan berarti Google Maps tanpa masalah. Telah banyak cerita terkait kekeliruan tempat di Google Maps. Salah satunya adalah Nick, seorang YouTuber asal Amerika Serikat, sempat “nyasar” di Ambon ketika mengikuti titik tempat di Google Maps. Perjalanannya dapat dilihat pada video berjudul “Selamat datang di AMBON, First Impressions” pada kanal YouTube miliknya dengan nama “Nick K”.
Google Maps memungkinkan pengguna menambahkan tempat namun keakuratannya tergantung pada kemampuan pengguna. Akan bermasalah ketika tempat yang ditambahan keliru, dan tidak ada perbaikan dari pengguna lain yang mengetahui keadaan sebenarnya. Oleh sebab itu, dibutuhkan kontributor berpengalaman yang secara serius menjadi Google Local Guide untuk membantu penyempurnaan peta digital tersebut.








