Orang Miskin Baru

oleh -334 views

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapore

DI NEGERI WAKANDA, semua orang bermimpi jadi doktor. Ijazah S3 dipandang sebagai lambang tertinggi pencapaian manusia. Sekalipun seringkali sesudah menjadi doktor, seseorang tidak lagi membaca. Tidak menulis. Apalagi meriset. Kalau pun mengajar, dia media rekam abad ke-20, yaitu kaset rusak yang dipasang di tape recorded. Membunyikan yang itu-itu saja berulang-ulang.

Ada beberapa negeri, dimana gelar PhD ternyata tidak memberikan orang keamanan mendapatkan pekerjaan alias ‘job security.’ Ini berkebalikan dengan negeri Wakanda, di mana gelar doktoral meningkat prestise dan seolah-olah seorang doktor adalah seorang aritokrat anyaran. Bersamanya datang jabatan dan tentu saja tunjangan fungsional.

Baca Juga  Pj Kades Pulau Gala Abaikan Panggilan, DPMD Halmahera Selatan Dinilai Tak Berdaya

Hari ini, kebetulan saya membaca sebuah artikel tentang pra doktor ini. Sebuah universitas terkenal (UCLA — University of California at Los Angeles) mengiklankan posisi sebuah dosen tidak tetap atau paruh waktu. Posisi seperti dikenal dengan sebutan “Adjunct Professor.” Gajinya? $0 alias nggak ada.

Sementara syarat untuk menjadi professor adalah Anda harus memiliki gelar Ph.D. yang di negeri Wakanda dikenal dengan sebutan Doktor.

No More Posts Available.

No more pages to load.