Porostimur.com, Ambon – Hamparan lahan pertanian milik Yayasan PARPEM GPM di Negeri Uraur menjadi saksi dimulainya sebuah ikhtiar membangun kemandirian pangan dari desa. Panen perdana jagung manis yang digelar di lokasi tersebut bukan sekadar memetik hasil tanaman, tetapi menjadi penanda lahirnya optimisme baru untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku.
Keberhasilan panen perdana ini menunjukkan bahwa pertanian masih memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara serius, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Kolaborasi Bangun Pertanian dari Desa
Panen perdana jagung manis di lahan Yayasan PARPEM GPM merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan gereja, masyarakat, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan berbasis potensi desa.
Jagung manis dipilih sebagai komoditas budidaya karena memiliki produktivitas tinggi, masa panen relatif singkat, serta nilai ekonomi yang menjanjikan bagi petani. Komoditas ini juga dinilai berpotensi menjadi salah satu unggulan daerah yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Maluku.
Ketua Yayasan PARPEM GPM, Anos Yeremias, mengatakan panen perdana tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi jemaat melalui pemanfaatan lahan produktif yang dimiliki yayasan.




