Dampak dari adanya pertambangan ilegal Gunung Botak saat ini mulai dirasakan oleh masyarakat, menurut Fadly, kandungan mercury dan limbah tambang telah mencemari Teluk Namlea, yang mana masyarakat biasa mengonsumsi ikan dari teluk tersebut.
Menanggapi hal tersebut, jenderal lulusan Akademi Militer tahun 1992 itu pun menilai, penambangan ilegal yang dilakukan di Gunung Botak tidak mempunyai set plan dan dapat berdampak secara luas, baik dampak kesehatan maupun kerusakan lingkungan. Pangdam berharap stakeholder terkait melakukan aksi deteksi dini dan cegah dini.
“Kodam siap support! Kapanpun kami dibutuhkan, apalagi menyangkut keselamatan rakyat, jangan ragukan semangat Kodam. Kami pasti akan fight” tegasnya. Beberapa waktu yang lalu memang pernah sejumlah personel dari jajaran Kodam diterjunkan di sana, tapi saat ini tidak lagi karena sudah tidak ada dukungan anggaran dari Pemda setempat.
Pangdam berharap kedepannya Gunung Botak ini dapat ditata secara bersama- sama dan dibenahi sehingga tidak membahayakan masyarakat sekitar, baik dari segi kesehatan, dampak kerusakan lingkungan maupun dampak keamanan masyarakat. (Keket)










