Paralelisme Sepakbola dan Politik di Indonesia

oleh -697 views

Memang dalam politik kemampuan “mengatur” dan “memerintah” kehidupan orang banyak merupakan kenikmatan setelah kita meraih kekuasaan. Kemenangan laga politik dan laga sepakbola sama-sama merupakan hasil kerja kolektif (team). Dukungan semua pemangku kepentingan (stakeholders) menjadi syarat penting bagi keberhasilan sebuah kelompok (team). Uang dan status juara betul-betul menjadi hal utama dalam dunia sepakbola profesional dan tidak berbeda dengan tabiat para politisi pada umumnya yakni memperkaya diri. Kemudian dari sisi loyalitasnya tidak bisa dipegang karena sewaktu-waktu bisa “lompat pagar”. Untuk politisi, kalau ada partai politik yang mau mengakomodasi dan siap memberikan kekuasaan, maka mereka siap hengkang. Sedangkan untuk pemain bola profesional, kalau ada tim lain yang bersedia membayar mahar transfer dengan nilai tinggi maka persetan dengan tim saat itu.

Baca Juga  Kumpulkan 409 Poin, Kota Tual Juara Umum MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku 2026

Sepakbola sebagai alat politik?

Timbul pertanyaan mendasar. Apakah sepakbola dapat digunakan sebagai alat politik?. Pada tingkat negara, pertandingan sepakbola dapat digunakan untuk menunjukkan kekuatan dan keunggulan dari suatu negara. Contohnya adalah ketika Brasil memenangkan Piala Dunia pada tahun 1970, yang membantu memperkuat identitas nasional Brasil dan memperkuat posisi politiknya di Amerika Selatan. 

No More Posts Available.

No more pages to load.