Pasar Transit Passo Jadi Pasar Digital Pertama di Kota Ambon

oleh -105 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pasar Transit Passo menjadi pasar digital pertama di kota Ambon, seiring dengan diluncurkannya penggunaan QR Code Indonesian Standart (QRIS) oleh Bank Indonesia sebagai sistem transaksi non tunai bagi pedagang di pasar tersebut, Jumat (16/4/2021).

Walikota, Richard Louhenapessy, yang didampingi Wakil Walikota (Wawali), Syarif Hadler, Sekretaris Kota (Sekot) A.G Latuheru bersama pimpinan OPD terkait dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini bernilai penting bagi kehidupan masyarakat, yang harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

“Tahun 2018 Ambon telah ditetapkan menjadi salah satu dari 100 Smart City di Indonesia, oleh sebab itu Pemerintah perlu mempersiapkan masyarakat untuk terbiasa menggunakan teknologi dalam aktivitas sosial,” ungkapnya.

Baca Juga  Lantik Saniri Negeri, Walikota Ambon Singgung Pengelolaan Obyek Wisata Namalatu

Dikatakan dengan penggunaan QRIS masyarakat dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman karena tidak perlu membawa uang tunai, tetapi cukup menggunakan aplikasi.

Link Banner

“Tahun lalu QRIS sudah diperkenalkan di kota Ambon dan hari ini mulai kita kenalkan sistem transaksaksi digital bagi para pedagang pasar. Tidak perlu khawatir dengan penggunaannya, karena transaksi tercatat dan masuk ke rekening pedagang” kata Walikota.

Walikota berharap dengan dimulainya peluncuran di pasar transit hari ini, jumlah merchant maupun masyarkat yang menggunakan QRIS sebagai sistem pembayaran non tunai akan bertambah.

Di tempat yang sama, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Maluku, Noviarsano Manullang, dalam sambutannya mengatakan pihaknya mendorong sistem pembayaran non tunai dengan aplikasi karena perkembngan teknologi digital semakin pesat.

Dirinya akui, sejak di launching tahun 2020 sudah ada 15.750 merchant QRIS di Maluku dari 30 ribu yang ditargetkan.

Baca Juga  Ganjar Tidak Maju Pilpres 2024, Peluang Anies-AHY Bertambah Besar

“Kami melihat negara kita semakin maju, teknologi semakin maju, ekonomi semakin maju untuk itu kita perlu beradaptasi dengan perubahan dengan mendorong pembayaran non tunai. Jika dulu masyarakat masih pakai ATM, Kartu Kredit, tapi sekarang cukup scan barcode saja,” ujarnya.

Untuk meningkatkan penggunaan aplikasi pembayaran Non Tunai, Manullang mengajak semua aparatur pemerintah dapat menjadi contoh bagi masyarakat.

“Aparatur pemerintah yang mempunyai daya beli yang cukup stabil kita harapkan dapat meningkatkan penggunan QRIS,” tandasnya. (nicolas)