Soal Bantuan MCK, Kades Laigoma Halsel Dinilai Pilih Kasih

oleh -103 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Program bantuan pembangunan tempat Mandi Cuci dan Kakus (MCK) atau yang biasa disebut oleh warga Water Closet (WC) yang dibangun oleh Pemerintah Desa Laigoma, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan untuk rumah warga yang belum memiliki MCK dinilai masyarakat tidak tepat sasaran.

Hal tersebut lantaran, program yang seharusnya dapat diprioritaskan untuk rumah warga yang belum memiliki MCK justru malah dibangun di rumah warga yang sudah memiliki MCK sehingga ada kecemburuan dari masyarakat yang merasa dianak tirikan.

Salah satu Warga Desa Laigoma yang tidak ingin namanya dibuplis menyebut, Desa Laigoma terdapat 2 dusun, pengadaan MCK dalam setiap tahun anggaran baik di tahun-tahun sebelumnya mau pun di tahun 2021, banyaknya 10 unit dalam setiap tahun anggaran.

Baca Juga  Ketua Bawaslu Malut: Pilkada 2020 Harus Disertai Jaminan Kesehatan Bagi Penyelenggara

“Kami melihat Kades lebih mementingkan keluarga dan orang terdekat saja. Keputusan yang diambil kades ini tidak sesuai dengan harapan masyarakat, karena maunya masyarakat itu pembagiannya harus sama, harusnya di dusun 1 dapat 5 unit dan di dusun 2 dapat 5 unit,” ucapnya, Kamis (15/4/2021).

Bahkan kata dia, ada rumah yang sudah punya MCK tapi kades masih memberikan mereka bantuan tersebut.

“Ada MCK Umum yang dekat dengan beberapa rumah warga yang mendapatkan bantuan pengadaan MCK. Ini yang menurut kami tidak adil. Karena yang namanya bantuan itu kan harus diberikan kepada warga yang lebih membutuhkan,” tuturnya.

Menurutnya, setiap pembagian MCK dalam satu tahun anggaran itu pengadaannya lebih banyak di dusun satu dari pada di dusun dua.

Lanjutnya, dari 10 unit di tiap tahunnya, di tahun 2018 prioritas MCK di dusun 2 hanya 4 unit, 2019 Dusun 2 dapat 4 unit, 2020 Dusun 2 dpt 5 unit, sementara di tahun 2021 Dusun 2 hanya mendapatkan 3 unit MCK.

Baca Juga  Jokowi Sederhanakan Birokrasi, Pranata Humas Jadi Pilihan

“Jadi itu yang bikin masyarakat banya mengeluh tu bagitu. Dong bilang me itu ada 10, kong di dusun 1 dapa 5 la di dusun 2 dapa 5 lagi, bikiapa kon pengadaanya lebih banyak di dusun 1 bagitu,” kata dia mempertanyakan.

Terpisah, kepala Desa Laigoma Makbul Saleh saat dikonformasi media ini, menyebut, tidak ada sikap pilih kasih saat pembagian MCK tersebut. Menurut Makbul pembagian MCK sudah berdasarkan hasil kesepakatan rapat dalam forum bersama masyarakat setempat.

“MCK untuk tahap ini ada 10 unit. Tersisa empat rumah yang belum mendapatkan MCK. Saat rapat kami menyepakati bahwa yang sudah mendapat kan Bodi Viber, MCK-Nya akan diberikan tahap berikut,” ujarnya.

Baca Juga  Pertama di Dunia: Norwegia Bikin Terowongan untuk Kapal, Lewati Lautan Ganas

Makbul bilang, dirinya memastikan akan memberikan secara menyeluruh yang berhak mendapatkan MCK itu. “Soal dugaan pilih kasih yang dituduhkan ke saya wajar saja sebagai seorang pemimpin. Di tahap berikutnya yang belum mendapatkan MCK, akan diberikan sesuai hasil kesepakatan bersama,” pungkasnya. (adhy)