Di tempat yang sama, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Maluku, Noviarsano Manullang, dalam sambutannya mengatakan pihaknya mendorong sistem pembayaran non tunai dengan aplikasi karena perkembngan teknologi digital semakin pesat.
Dirinya akui, sejak di launching tahun 2020 sudah ada 15.750 merchant QRIS di Maluku dari 30 ribu yang ditargetkan.
“Kami melihat negara kita semakin maju, teknologi semakin maju, ekonomi semakin maju untuk itu kita perlu beradaptasi dengan perubahan dengan mendorong pembayaran non tunai. Jika dulu masyarakat masih pakai ATM, Kartu Kredit, tapi sekarang cukup scan barcode saja,” ujarnya.
Untuk meningkatkan penggunaan aplikasi pembayaran Non Tunai, Manullang mengajak semua aparatur pemerintah dapat menjadi contoh bagi masyarakat.
“Aparatur pemerintah yang mempunyai daya beli yang cukup stabil kita harapkan dapat meningkatkan penggunan QRIS,” tandasnya. (nicolas)









