“Jadi mereka mengerahkan mesin militer dan helikopter untuk menangkap satu orang,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan.
Selama sepekan ini, pasukan Israel telah membunuh sejumlah warga Palestina. Pada Jumat (7/10/2022) lalu, pasukan Israel menembak mati dua warga Palestina, salah satunya anak laki-laki berusia 14 tahun. Anak lelaki itu terbunuh di Qalqilya, Tepi Barat utara. Sementara satu warga lainnya ditembak hingga tewas di dekat kota Ramallah.
Militer Israel mengklaim, tentaranya menembaki seorang tersangka yang melemparkan bom molotov ke pasukan mereka di Qalqilya. Sementara tewasnya satu warga Palestina di Ramallah terjadi saat pasukan Israel merespons “kerusuhan kekerasan” di kota tersebut. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Palestina menyebut pembunuhan terhadap dua warganya pada Jumat lalu sebagai “eksekusi”.
Pada Senin (3/10/2022) lalu, pasukan Israel juga menembak mati dua warga Palestina. Hal itu terjadi ketika pasukan Israel menyerbu sebuah daerah di utara kamp pengungsi Jalazone, Tepi Barat. Saat operasi sedang berlangsung, tiga warga Palestina masuk ke dalam dan mendiami kendaraan pasukan Israel.
Pasukan Israel kemudian melepaskan serangkaian tembakan ke tiga warga Palestina tersebut. Dua di antaranya tewas dan satu lainnya terluka. Dua warga Palestina yang tewas teridentifikasi sebagai Basel Basbous (19 tahun) dan Khaled Anbar (22 tahun). Sementara korban luka adalah Rafat Habash (19 tahun). Meski terluka, aparat keamanan Israel tetap menangkap dan menahan Habash.











