Pattiasina: Menteri ESDM Tak Perlu Emosi Jiwa, Batalkan Saja Hak Shell di Blok Masela

oleh -354 views

Porostimur.com, Jakarta – Pemerintah bisa langsung membatalkan dan segera mengambil alih hak pengelolaan Shell di Blok Masela, karena terkesan mempermainkan dan menyandera pengembangan blok gas abadi tersebut.

Hal ini disampaikan Direktur Archipelago Solidarity Foundation Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina, di Jakarta, Selasa (30/5/2023) menanggapi pernyataan Menteri ESDM Arifin Tasrif yang emosi jiwa atas sikap Shell yang tak kunjung melepas hak partisipasinya di Blok Masela.

“Tak perlu berpura-pura marah, karena pemerintah bisa segera membatalkan hak pengelolaan Shell di Blok Masela. Yang patut kita tunggu adalah keberanian Menteri ESDM untuk membatalkan perjanjian dengan Shell. Kalau tidak berani membatalkan, berarti masalah bukan lagi di Shell tapi soal sikap Menteri ESDM yang tidak bernyali,” kata Engelina kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/5/2023).

Menurut Pattiasina, pihaknya sudah sejak tiga tahun lalu meminta pemerintah untuk mengusir Shell dari Blok Masela, karena mereka memiliki hak pengelolaan tetapi tidak melakukan apapun.

“Jadi patut diapresiasi kalau sekarang Menteri ESDM bersikap seperti itu, lebih baik terlambat daripada diam. Namun kita tunggu sikap tegas Menteri ESDM,” kata mantan anggota DPR/MPR ini.

Engelina meminta Menteri ESDM mempertimbangkan untuk mem-blacklist operasional Shell di Indonesia. Karena perusahaan yang hanya mau menang sendiri seperti itu tidak perlu bekerja di Indonesia. Bila perlu, Menteri mempertimbangkan untuk membekukan seluruh kegiatan Shell di Indonesia.

“Jadi selain membatalkan hak pengelolaan Shell di Blok Masela, Menteri ESDM juga perlu mempertimbangkan untuk mem-blacklist operasional Shell di Indonesia. Kalau Menteri ESDM masih memiliki wibawa maka harus menunjukkan kalau negara ini lebih besar dari korporasi manapun. Kalau hanya menunjukkan sikap marah, justru memperlihatkan kelemahan sendiri. Karena akan sia-sia bermitra dengan perusahaan seperti itu,” paparnya.

Untuk itu, kata Engelina, kalau Menteri ESDM tidak berani mengambil langkah tegas, maka sebaiknya meninggalkan jabatan untuk memberikan kesempatan kepada orang lain, yang bisa menjaga wibawa negara di hadapan korporasi asing.

“Sebab, masalah Shell ini sudah lama, tapi terkesan seolah baru terjadi. Saya khawatir, Menteri ESDM hanya pencitraan semata, dengan menunjukkan kesalahan Shell. Segera ambil alih dan usir Shell,” tegasnya.

Engelina juga mengingatkan perusahaan Shell untuk lupa dengan sejarahnya sendiri. Shell itu  datang ke Indonesia sebagai perusahaan kerang, kemudian mulai mengelola minyak di Sumatera Timur.

No More Posts Available.

No more pages to load.