Porostimur.com | Sanana: Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), dalam hal ini bupati dan wakil bupati, serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dinilai tidak proaktif terhadap korban Kapal Motor (KM) Karya Indah yang terbakar di perairan Lifmatola pada Sabtu, (29/5/2021).
Pasalnya, berdasarkan hasil pantauan jurnalis porostimur.com kamarin, tidak ada bupati dan wakil bupati, juga DPRD Kepsul yang datang menjenguk korban, baik di lokasi kejadian, maupun di tempat evakuasi, yakni di Desa Waisum dan Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur.
Hal itu mendapat tanggapan dari Fungsionaris Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Risman Panigfat. Menurut Risman, Pemda dan DPRD Kepsul berperan lebih aktif, sebab ini merupakan musibah warga masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula.
Risman bilang, sebagai kepala daerah dan wakil rakyat mempunyai tanggung jawab penuh, terutama memberikan edukas berupa perhatian dan sentuhan secara langsung tanpa terkecuali.
Magister Hukum Alumni Universitas Nasional Jakarta tersebut memaparkan, Pemda dan DPRD harus lebih jeli, kemudian bergerak sesuai dengan sasaran, sehingga masyarakat yang menjadi korban kebakaran kapal tidak terlalu merasa khawatir dan trauma yang berlebihan.




