Insiden berdarah ini terjadi beberapa jam setelah Israel mengumumkan tiga tentaranya tewas dalam pertempuran di Gaza utara. Komite Palang Merah Internasional melaporkan rumah sakit lapangan di Rafah menerima 184 korban, 27 di antaranya meninggal dunia, termasuk delapan yang meninggal karena luka-luka parah.
GHF, yang didukung Amerika Serikat dan Israel, membuka pusat distribusi bantuan pekan lalu. Namun, skema bantuan ini menuai kritik keras dari PBB dan lembaga kemanusiaan lainnya karena tidak mengikuti prinsip-prinsip netralitas dan transparansi.
Militer Israel menyatakan bahwa pada hari Selasa, pasukan mereka menembaki tersangka yang dianggap menyimpang dari jalur aman dan bergerak ke arah pasukan IDF. Mereka membantah sengaja menargetkan warga sipil dan menyebut laporan sebelumnya sebagai rekayasa Hamas.
Namun, saksi mata dan pejabat Palestina melaporkan kematian berulang di lokasi distribusi bantuan. Pada Minggu, 31 orang tewas, dan pada Senin, tiga warga Palestina kembali menjadi korban tembakan Israel.
Pada Senin malam, Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru bagi penduduk beberapa distrik di Khan Younis, meminta mereka berpindah ke wilayah kemanusiaan Mawasi. Namun, PBB menegaskan tidak ada wilayah aman di Gaza, dan sebagian besar dari 2,3 juta penduduk telah mengungsi secara internal.









