“Kota Tidore dan Ternate merupakan penghasil rempah-rempah utama, dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI memilih Tidore sebagai lokasi acara untuk mempromosikan potensi budaya dan sejarahnya,” jelasnya.
Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, acara ini diharapkan dapat mempromosikan potensi-potensi di Kota Tidore Kepulauan sehingga sektor pariwisata, khususnya di bidang sejarah dan budaya, dapat menarik minat masyarakat luar.
“Ini membutuhkan dukungan dari masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam melaksanakan kegiatan seperti ini,” tuturnya.
Booth UMKM yang hadir di Pekan Budaya Kota Rempah Tidore meliputi Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI Maluku Utara, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan, KTH Majojo, Puta Dino, Kedai Kopi Mabuk, Galasi Kreatif Fola Kadu, DD’A Galeri Toadore, Samanta Coffee, Esteman.ID, Anti Cookies, Teadore, Billy Dessert, Salloy Culinary, Tugu Damai Home Industri, dan Dapur Mama Am. (Mansyur Armain)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










