Pemerintah Serius Garap Ekonomi Biru, Maluku Jadi Hub Indonesia Timur

oleh -111 views

Dengan kekuatan daya dukung ini, ia mengatakan, setidaknya potensi ekonomi biru secara nilai mencapai US$ 1,33 miliar dengan daya tampung penyerapan tenaga kerja sebesar 45 juta lapangan kerja baru.

Meski begitu, berdasarkan kajian Bank Dunia atau World Bank pada 2019 silam, potensi ekonomi laut Indonesia sendiri secara tahunan bernilai lebih dari US$ 280 miliar. Wisata karang senilai US$ 3 miliar dan surplus produksi perikanan tangkap laut US$ 4,12 miliar pada 2018.

Untuk bisa memperoleh potensi itu, Indonesia akan memperkuat ekonomi biru dengan mendorong sektor usaha berbasis kelautan atau marine based economy, di antaranya marine tourism, fishery industry, shipping industry, bioeconomy and biotechnology, sea logistic, renewable energy, research and education, hingga ocean waste management.

Baca Juga  Jalan Sehat dan Hiburan Rakyat Meriahkan Mubes Alumni Unidar Ambon 26 Juni

“Jadi ini yang mau saya sampaikan bahwa ekonomi ini bukan hanya sektor tradisional, juga kita akan membangun sektor-sektor baru yang bisa kita kembangkan dengan hasil laut yang kita miliki,” ucap Amalia.

Puncak dari implementasi peta jalan atau roadmap dari ekonomi biru ini adalah pada 2045, dengan target utama luas wilayah laut yang terlindungi atau marine protected area mencakup 30% dari total luas wilayah laut, kontribusi sektor kelautan terhadap produk domestik bruto 15% dari saat ini 7,6%, dan tenaga kerja sektor kelautan akan mencapai 12 persen dari total pekerja pada 2045.