Pemerintah Serius Garap Ekonomi Biru, Maluku Jadi Hub Indonesia Timur

oleh -38 views

Porostimur.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia serius menggarap proyek sumber pertumbuhan ekonomi baru, yakni yang dikenal sebagai ekonomi biru. Sumber baru pertumbuhan ekonomi ini telah dirancang Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas sejak 2021.

Namun, peta jalan pelaksanaan ekonomi biru ini baru dirilis pada Juli 2023 sehingga untuk implementasinya masih membutuhkan waktu yang sangat panjang dan berkelanjutan dengan target pelaksanaan mulai dari tahun ini hingga 2045 mendatang.

Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, pengembangan ekonomi biru ini didasari atas potensi kelautan Indonesia yang sangat besar namun belum optimal digunakan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi sehingga Indonesia masih terjebak ke dalam middle income trap.

Baca Juga  Marcello Tahitoe Rilis Lagu Janji Sumpah di Hari Ulang Tahun Pernikahan

“Karena paradigmanya belum sama sekarang dan belum ada orkestrasi rencana pembangunan yang terkomprehensif dan terkonsolidasi. Oleh sebab itu Bappenas mendesain ekonomi biru buat Indonesia,” kata Amalia, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (17/7/2023).

Ia menjelaskan ekonomi biru ini akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru karena 65% total wilayah Indonesia ada laut, didukung dengan teritorial area laut seluas 290 ribu km persegi, 17.508 pulau, 3 juta km persegi zona ekonomi eksklusif, 80,79 ribu garis pantai, dan sekitar 5,23 juta nelayan dan pembudidaya ikan.