“Jadi enggak hanya sekedar kita menciptakan lapangan kerja saja, kita mau merubah dari informal ke formal, lapangan kerja menjadi lebih berkualitas, sehingga pendapatan masyarakat yang berkecimpung dalam ekonomi biru ini pastinya juga akan meningkat income dan kesejahteraannya,” tegas Amalia.
Dalam implementasinya, rencana aksi ekonomi biru ini terbagi ke dalam 5 fase: 2023-2024 adalah fase memperkuat konsolidasi ekosistem ekonomi biru, 2025-2029 pengembangan ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, 2030-2034 ekspansi ekonomi biru melalui diversifikasi, 2035-2039 peningkatan kontribusi dan daya saing ekonomi biru, dan 2040-2045 ekonomi biru Indonesia telah maju dan berkelanjutan.
“Misalnya sekarang tahap pertama kita akan melakukan blue food assessment jadi blue food assessment itu bagaimana kita nanti bisa mengembangkan makanan yang berasal dari laut, kan lebih sehat dan kemudian lebih terjangkau oleh masyarakat karena kita kan negara kepulauan. Nah ini kita sudah kerja sama dengan Stanford University mengembangkan blue food,” tuturnya.
Pengembangan ekonomi biru ini juga telah masuk ke dalam Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Akan ada dua wilayah utama yang menjadi koridor pembangunan ekonomi biru. Pertama adalah Maluku sebagai hub ekonomi biru Timur Indonesia, dan Kepulauan Riau sebagai hub ekonomi biru Barat Indonesia.





