Pemkab Malra Terima Penghargaan Dari PT. PLN Maluku-Malut

oleh -12 views
Link Banner

Porostimur.com – Langgur: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) menerima penghargaan dari PT. PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) pada Jumat 29 Oktober.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Manager UP3 Tual Alex Manuhuwa (mewakili General Manager PT. PLN UIW MMU) kepada Bupati Malra M. Thaher Hanubun di Langgur, sebagai bagian dari perayaan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-76 yang jatuh pada tanggal 27 Oktober 2021.

General Manager (GM) PT. PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) Adams Yogasara, melalui keterangan tertulisnnya yang diterima, Sabtu (30/10/2021) menyebutkan, penghargaan tersebut merupakan pembuktian sinergitas PT. PLN dan Pemkab Malra.

“Kami menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada Bupati Malra termasuk jajarannya. Ini merupakan bukti sinergitas yang sangat baik antara PLN dengan Pemda serta seluruh stakeholders sebagai wujud semangat dan kerja keras bersama dalam menghadirkan listrik bagi kehidupan masyarakat,” katanya.

Adams mengungkapkan, sepanjang 2020 hingga Agustus 2021, pihaknya menilai Bupati Taher Hanubun telah berkontribusi dalam mendukung program Listrik Masuk Desa, di mana melalui program tersebut, PLN telah melistriki 32 desa di Kabupaten Malra dengan total biaya investasi sebesar Rp.13,8 miliar untuk melistriki 1.782 pelanggan.

Baca Juga  Hanubun: Sriwijaya Air Rute Langgur-Ambon Buka Peluang Sektor Potensial

Untuk itu, pihaknya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bupati Malra atas dukungannya terhadap penyalaan listrik desa (32 Desa di Pulau Kei Besar), karena untuk menghadirkan listrik, tidak dapat dilakukan sendiri oleh PLN, namun harus ada sinergi dengan seluruh pihak termasuk pemerintah daerah setempat.

Untuk kebutuhan listrik di pulau Kei Besar, PLN telah menambah kapasitas pembangkit dengan daya sebesar 2 Mega Watt (MW) untuk peningkatan jam nyala yang sebelumnya 18 jam menjadi 24 jam.

“Dukungan Pemkab Malra melalui Bupati pun hadir dalam dukungan penyediaan lahan, gardu hubung dan kebutuhan lain untuk pengoperasian mesin pembangkit itu sendiri,” ujarnya.

Selain itu, PLN juga membangun infrastruktur kelistrikan diantaranya Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sebanyak 61,42 kilo meter sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sebanyak 22,27 kms, dan Gardu Distribusi sebanyak 29 Gardu dengan kapasitas total sebesar 1.475 Kilo Volt Ampere (KVA).

Baca Juga  Hari Terakhir UAMBN, Kakankemenag Halsel Lakukan Monitoring

Adams menjelaskan, pada 2021 ini pula pihaknya berencana melistriki 14 desa di Pulau Kei Besar mulai dari desa Banda Efruan hingga Desa Ur.

“Dengan adanya penyalaan listrik pada 32 desa tersebut kami berharap dapat berdampak pada peningkatan taraf hidup serta perekonomian masyarakat di Pulau Kei Besar,” tandasnya.

Bupati Hanubun: “Saya tidak mau hanya duduk dibelakang meja. Saya ingin selalu ada di tengah masyarakat”

Sementara itu, Bupati Thaher Hanubun menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang sama kepada PLN UIW MMU serta PLN UP3 Tual.

Menurutnya, baik pemerintah daerah maupun PT PLN telah berusaha semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan pelistrikan di wilayah Pulau Kei Besar.

“PLN UIW Maluku dan Maluku Utara memberikan penghargaan ini karena memang saya dan seluruh OPD memberikan dukungan, merasakan betul apa yang diinginkan masyarakat. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan dan seluruh jajaran PLN UIW MMU yang telah berusaha memaksimalkan pelistrikan di wilayah Pulau Kei Besar,” terangnya.

Diungkapkannya, di antara daerah di Maluku yang banyak menerima program listrik desa adalah Malra.

Baca Juga  Warga Buya Polisikan Dirktur CV. Sula Baru Terkait Dugaan Ilegal Logging

Hal tersebut karena kondisi masyarakat di Malra, khususnya di wilayah Kei Besar saat ini sangat membutuhkan penerangan lampu. Oleh karena itu, apapun kendalanya, Pemkab Malra akan berusaha semaksimal mungkin agar seluruh warga desa di Pulau Kei Besar dalam waktu dekat dapat menikmati listrik sebagaimana mestinya.

Untuk diketahui, saat ini tersisa Ohoi (desa) Warbal, Ur Pulau dan Tanimbar Kei yang akan terpenuhi kebutuhan listriknya oleh Pemkab pada tahun depan.

Ditegaskannya, kebutuhan listrik di Pulau Kei Besar sangatlah penting, terutama bagi dunia pendidikan.

“Anak-anak membutuhkan listrik untuk belajar dengan baik. Alhamdulilah, saat ini hal itu telah terwujud di sebagian wilayah Kei Besar. Sedangkan untuk wilayah lainnya, dalam waktu dekat juga akan terpenuhi. Saya tidak mau hanya duduk dibelakang meja. Saya menginginkan agar selalu ada ditengah masyarakat, sehingga bisa ikut merasakan apa yang masyarakat rasakan. Tentunya bahwa dukungan dari seluruh elemen sangat dibutuhkan demi terwujudnya kesetaraan, terutama terkait pelistrikan,” pungkasnya. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.