Pemkot Ambon Gelar Forum Konsultasi Publik RPJMD 2025–2029

oleh -18 Dilihat

Bodewin Wattimena menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi Kota Ambon, mulai dari keterbatasan infrastruktur, ketimpangan sosial ekonomi, ancaman perubahan iklim, hingga kesenjangan bagi kelompok rentan. Kota Ambon juga menghadapi risiko bencana tinggi yang membutuhkan penguatan mitigasi dan ketangguhan masyarakat.

Meski angka kemiskinan menurun dan kesenjangan relatif kecil, Wali Kota mengingatkan pentingnya menjaga kestabilan agar masyarakat tidak kembali tergelincir ke bawah garis kemiskinan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kohesi sosial, toleransi antarumat beragama, serta peningkatan kualitas lingkungan hidup melalui pengelolaan sampah dan penyediaan air bersih.

Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, Pemkot Ambon akan fokus pada pengembangan sektor ekonomi kreatif, digitalisasi UMKM, dan peningkatan kapasitas SDM, terutama generasi muda. Ia menilai sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata harus menjadi tulang punggung ekonomi kota di tengah keterbatasan sumber daya alam.

Baca Juga  Bahlil Effect Bikin Elektabilitas Partai Golkar Tembus Dua Digit, Umar Lessy Minta Kader Tak Terlena

Tata kelola pemerintahan juga menjadi perhatian, termasuk melalui digitalisasi layanan publik dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mal Pelayanan Publik yang sedang dibangun diharapkan rampung akhir tahun ini atau awal tahun depan untuk menghadirkan layanan terintegrasi yang transparan dan bebas pungli.

No More Posts Available.

No more pages to load.