Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami peningkatan sebesar 33,95 persen menjadi Rp33,91 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun realisasi belanja dan transfer daerah mencapai Rp568,04 miliar atau 94,83 persen dari total pagu anggaran.
Pemerintah juga mencatat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp13,68 miliar yang mencerminkan efisiensi belanja, optimalisasi pendapatan, serta adanya sejumlah kegiatan yang belum terealisasi hingga akhir tahun anggaran.
Selain itu, total aset Pemerintah Kota Tual per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,53 triliun. Penurunan sebesar 0,82 persen dibanding tahun sebelumnya disebabkan akumulasi penyusutan, amortisasi, dan penyesuaian hasil inventarisasi barang milik daerah.
Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa penurunan nilai aset tidak memengaruhi kapasitas pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Perkuat Tata Kelola dan Percepat Pembahasan APBD
Selain menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025, Pemkot Tual juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan melalui optimalisasi pendapatan daerah, peningkatan kualitas belanja, penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), percepatan tindak lanjut rekomendasi BPK, serta peningkatan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.










