Ia menyebut Dewa Coco tetap memprioritaskan tenaga kerja lokal, sementara tenaga kerja dari luar daerah direkrut untuk memenuhi kebutuhan keahlian tertentu.
“Tenaga lokal tetap diprioritaskan. Yang dari luar itu karena kebutuhan skill, bukan untuk menggantikan masyarakat lokal,” jelasnya.
Dorong Ekonomi Kelapa
Selain itu, kehadiran perusahaan dinilai memberikan dampak strategis terhadap rantai ekonomi masyarakat, khususnya dalam perdagangan kelapa.
Menurut Ox, keberadaan Dewa Coco turut meminimalisir praktik monopoli serta menekan fluktuasi harga yang selama ini merugikan petani.
“Perusahaan ini ikut menjaga stabilitas harga dan membuka ruang ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Minta Kritik Berbasis Data
Terkait isu lingkungan yang juga mencuat, Ox mengingatkan agar setiap dugaan pencemaran diuji secara ilmiah oleh instansi berwenang, bukan dibangun dari asumsi.
“Kalau ada dugaan, silakan diuji secara ilmiah. Jangan langsung digiring seolah-olah itu sudah pasti terjadi,” ujarnya.
Ia pun mengajak semua pihak untuk menjaga objektivitas dalam menyampaikan kritik, agar tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.
“Kritik itu penting, tapi harus berbasis data. Jangan sampai opini yang dibangun justru merugikan masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.









