Pendidikan Maluku: Jalan Sunyi Menuju Kepunahan?

oleh -1 Dilihat

Pendidikan Kita Sedang Surut, Tapi Tidak Disadari

Mari jujur. Jika generasi Z Maluku hari ini terlihat bingung, gagap teknologi, dan kehilangan orientasi belajar, itu bukan salah mereka. Sistem yang gagal menghadirkan pendidikan bermutu adalah biang keladi. Pendidikan yang tak berubah akan menjadi ladang subur bagi pihak luar menguasai dan mengembangkan karier di Maluku—sementara anak-anak kita menjadi penonton di tanah sendiri.

Tidak percaya? Coba tengok hasil asesmen PISA yang menunjukkan bahwa secara nasional, kemampuan matematika dan membaca pelajar Indonesia menurun. Dan jika standar Pulau Jawa saja sudah turun, bagaimana dengan Maluku yang konsisten di urutan bawah?

Mengapa Para Pemimpin Diam?

Pertanyaannya: selama puluhan tahun dengan posisi pendidikan yang terpuruk, di mana para pemangku kepentingan pendidikan kita? Apakah pemerintah daerah, dinas pendidikan, DPRD, perguruan tinggi, yayasan pendidikan, kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan orang tua murid pernah duduk bersama, membahas, dan memecahkan akar masalah ini?

Baca Juga  Babinsa Tanah Goyang Gotong Royong Bangun Pondasi Rumah Warga

Atau, justru sebaliknya: kita sedang berproses dalam diam menuju kepunahan sumber daya manusia Maluku?

Presiden Prabowo Subianto dalam Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional 2025–2045 telah memberi garis tegas: pembelajaran harus berubah! Maka siapa yang akan menjawab tantangan ini di Maluku? Tanpa kehadiran teknologi pembelajaran dan inovator pendidikan, perubahan hanya akan jadi jargon.

No More Posts Available.

No more pages to load.