Penghentian Tol Laut di Aru Tuai Polemik, Siapa Diuntungkan?

oleh -1,281 views

Pemda Aru Pilih Kapal Reguler

Dalam pernyataannya, Bupati Kaidel menyebut Pemkab Aru secara resmi menghentikan pengoperasian Tol Laut dan beralih ke armada pelayaran reguler. Ia menilai jika kapal reguler mampu memenuhi kebutuhan distribusi dengan cepat, maka Tol Laut tidak lagi diperlukan.

“Kalau Kota Tual ada lima kapal reguler, maka Kepulauan Aru juga dalam waktu dekat akan dilayani sekitar lima kapal reguler. Artinya setiap minggu ada kapal yang menyuplai kebutuhan pokok,” ujarnya.

Menurutnya, sistem pelayaran bergantian akan menjaga ketersediaan stok dan mencegah persaingan tidak sehat antarperusahaan pelayaran. Ia optimistis harga kebutuhan pokok di Aru akan turun dan lebih terjangkau.

Dugaan Kepentingan Bisnis dan Status Administrasi

Hasil penelusuran Porostimur.com menyebutkan terdapat sejumlah pengusaha pelayaran yang berpotensi mengambil keuntungan dari kekosongan distribusi Tol Laut, termasuk operator kapal curah milik Bos Tompeng dan Bos Rasman. Selain itu, terdapat informasi rencana masuknya PT SPIL sebagai penyedia jasa peti kemas komersial.

Di sisi lain, pakta integritas sebagai syarat pemesanan peti kemas Tol Laut melalui aplikasi Sito Laut hingga kini belum ditandatangani Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kepulauan Aru. Akibatnya, pengusaha consignee belum dapat memesan layanan Tol Laut.

No More Posts Available.

No more pages to load.