Perang Iran Vs Isael-AS hari ke-37: Ketika Arogansi menjadi “Lelucon” Pahit

oleh -488 views

Oleh: KH. Aguk Irawan Mn, Pengasuh Ponpes Kreatif RUHI Yogyakarta

Perang sudah memasuki hari ke 37, itu berarti sudah satu bulan, lebih satu pekan. Di tengah desing misil Iran yang masih terus membelah langit Tel Aviv hingga Haifa, kemarin ada kabar mengejutkan dari Pentagon. Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth, dilaporkan telah memecat Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Randy George.

Ketika ribuan nyawa mash dipertaruhkan oleh ambisi Trump dan Netanyahu, di Pentagon, “perang” yang terjadi justru adalah perang ego dan perebutan kursi. Pemecatan jenderal aktif di tengah situasi konflik ini sangat ganjil dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah militer modern AS. Ini adalah bukti kepanikan AS dan arogansinya mulai runtuh.

Baca Juga  FIFA Terapkan 8 Aturan Baru di Piala Dunia 2026, Fokus Perangi Buang Waktu dan Diskriminasi

Saat Pete Hegseth sibuk melakukan “bersih-bersih” jenderal, ada dua narasi yang muncul, pertama ia lakukan demi mengamankan posisinya dari ancaman Don Driscoll. Kedua, ia ingin menunjukkan loyalitas buta kepada Trump, meski yang terjadi adalah ketidakmampuannya membaca strategi pertahanan Iran yang solid dan telah membawa AS ke dalam “rawa” yang dalam.

Sangat aneh kementerian perang sebuah negara yang dianggap Adidaya, dikelola seperti drama panggung, di mana pemecatan yang dilakukan, tidak cukup dianggap telah gagal secara taktis, melainkan juga, karena ketakutan akan kehilangan jabatan. Di saat Bnei Brak dan Beer Sheeba membara, energi pemimpin perang AS justru terkuras untuk memikirkan bagaimana caranya agar tidak dipecat.

No More Posts Available.

No more pages to load.